
Jakarta – Secangkir kopi memang bisa membantu meningkatkan rasa segar di pagi hari. Namun, kebiasaan meminumnya sebelum sarapan justru dapat membuat sebagian orang merasa kurang bertenaga ketika hari mulai beranjak siang.
Waktu dan cara mengonsumsi kopi ternyata dapat memengaruhi respons tubuh. Ketika diminum dalam kondisi perut kosong, kafein lebih cepat masuk ke dalam tubuh sehingga efek stimulannya bisa terasa lebih cepat. Setelah efek tersebut mereda, energi pada sebagian orang dapat ikut menurun.
Selain kafein, bahan tambahan dalam kopi, perubahan hormon, hingga kondisi pencernaan juga dapat berpengaruh terhadap rasa lelah. Dikutip dari AOL, berikut penjelasan para ahli mengenai kebiasaan minum kopi sebelum sarapan dan cara membuat energi lebih stabil.
1. Perhatikan Tambahan Gula dalam Kopi
Bukan hanya waktu minum kopi yang perlu diperhatikan. Gula, sirup, atau krimer manis yang ditambahkan ke dalam minuman juga dapat memengaruhi kondisi energi sepanjang hari.
Dr. Jennifer Cheng, DO, Kepala Endokrinologi di Hackensack Meridian Jersey Shore University Medical Center, menjelaskan bahwa makanan dan minuman yang tinggi karbohidrat serta gula dapat memengaruhi kadar gula darah.
“Minuman tinggi karbohidrat dan gula bisa membuat tubuh memproduksi lebih banyak insulin. Hal ini dapat membuat energi lebih banyak digunakan untuk proses pencernaan sehingga tubuh terasa lelah,” kata Dr. Cheng.
Setelah mengalami kenaikan kadar gula darah, tubuh kemudian dapat mengalami penurunan kembali. Kondisi yang dikenal sebagai efek “crash” ini pada sebagian orang bisa ditandai dengan rasa mengantuk dan lemas menjelang siang.
2. Minum Kopi Saat Perut Kosong Membuat Kafein Lebih Cepat Bekerja
Ketika kopi diminum sebelum ada makanan yang masuk ke tubuh, proses penyerapan kafein dapat berlangsung lebih cepat. Dampaknya, rasa segar dan fokus mungkin muncul dalam waktu lebih singkat.
Dr. Victoria Finn, MD, dokter bersertifikat dari Medical Offices of Manhattan, mengatakan kafein bekerja dengan menghambat zat kimia di otak yang berperan dalam memunculkan rasa kantuk.
“Kopi yang dikonsumsi saat perut kosong diserap sangat cepat karena tidak ada makanan yang memperlambat proses pencernaan. Namun, efek energinya bisa cepat hilang,” ujar Dr. Finn.
Ketika efek stimulasi tersebut berkurang, sebagian orang dapat merasakan tubuh lemas, gemetar, atau seolah-olah kehilangan energi secara tiba-tiba.
3. Ada Pengaruh terhadap Hormon Kortisol
Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah kortisol, yaitu hormon yang turut membantu tubuh berada dalam kondisi waspada. Secara alami, kadar hormon ini memang meningkat pada pagi hari setelah seseorang bangun.
Menurut Dr. Sudha K. Yalamanchi, MD, ahli endokrinologi dari Endeavor Health, kafein juga dapat meningkatkan kadar kortisol.
“Hal ini bisa memicu pola stres lalu penurunan energi. Kondisinya semakin terasa ketika tubuh tidak mendapatkan asupan kalori untuk mempertahankan energi,” jelas Dr. Yalamanchi.
Karena itu, mengandalkan kopi segera setelah bangun tidur tanpa disertai makanan dapat membuat sebagian orang merasa energinya tidak bertahan lama.
4. Perut Kosong dan Kopi Bisa Membuat Pencernaan Tidak Nyaman
Bagi orang tertentu, efek kopi sebelum makan bukan hanya dirasakan dalam bentuk perubahan energi. Sistem pencernaan juga dapat memberikan respons terhadap kopi yang dikonsumsi dalam keadaan kosong.
Dr. Finn mengatakan kebiasaan tersebut pada sebagian orang dapat memicu keluhan seperti mulas, mual, naiknya asam lambung, atau rasa tidak nyaman di perut.
“Meski gejalanya ringan, kondisi tersebut tetap bisa mengganggu aktivitas. Tubuh bisa terasa tidak nyaman, lamban, atau kurang produktif sepanjang hari,” jelasnya.
Orang yang memiliki sensitivitas terhadap kopi dapat mencoba mengonsumsinya setelah makan untuk mengurangi kemungkinan munculnya rasa tidak nyaman.
5. Sarapan Dulu agar Energi Lebih Terjaga
Bukan berarti penggemar kopi harus menghentikan kebiasaan minum kopi. Para ahli lebih menekankan pentingnya memperhatikan waktu konsumsi sekaligus memastikan tubuh mendapatkan asupan makanan yang cukup.
Dr. Joseph Monye, MD, ahli endokrinologi dari Kaiser Permanente Maryland, menyarankan pola makan seimbang dan tidak melewatkan waktu makan untuk membantu menjaga energi sepanjang hari.
“Makan dengan gizi seimbang dan tidak melewatkan waktu makan membantu menjaga energi tetap merata sepanjang hari. Kebiasaan kecil terkait makanan dan kafein bisa memengaruhi rasa lelah,” ujar Dr. Monye.
Salah satu cara yang dapat dicoba adalah menikmati kopi setelah sarapan yang mengandung protein, serat, dan lemak sehat. Selain itu, sebagian orang dapat memberi jeda sekitar satu jam setelah bangun tidur sebelum minum kopi.
Dengan begitu, tubuh memiliki waktu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan hormon alami setelah bangun tidur, sementara kebutuhan energi juga sudah mulai dipenuhi melalui makanan.